Senin, 24 Agustus 2009

Musik untuk kecerdasan

Musik dan Matematika Banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan reaksi tertentu jika diperdengarkan musik. Ibu yang sedang hamil merasakan gerakan janin yang semakin cepat atau justru lebih santai. Sementara itu, banyak juga yang berpendapat musik klasik yang diperdengarkan ibu hamil, dan juga janinnya, dapat membuat kecerdasan pada anak lebih tinggi. Psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994 melakukan penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik. Musik dan Bermain Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D. mengatakan, “Dalam otak kita, jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan”. Rupanya mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Tapi, ini bukan berarti anda harus memiliki grand piano di rumah. Anda juga tidak wajib mendominasi rumah dengan berlebihan. Yang penting, biasakanlah musik menghiasi ruang di sekitar anak-anak. Putarkan lagu di radio. Bernyanyilah bersama. Kalu perlu, ekspresikan bakat penyanyi terkenal bersama si kecil. Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat dari musik. Dr. Dee Joy Coulter, seorang pendidik Neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections : The Journal of Music and Moment-Based Learning, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian. Mengenalkan anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan yang penting. Melalui permainan yang mengandung musik, tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata saja yang meningkat, tapi juga berita dan keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Pendidikan prasekolah pun menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan, dikarenakan berbagai manfaat yang didapat dari musik. Manfaat Musik Bagi si Kecil diantaranya adalah: * Mengoptimalkan perkembangan otak. * Meningkatkan multiple intelligences. * Memfasilitasi emotional bonding (ikatan emosional) orang tua dan anak. * Membangun keterampilan sosial dan emosional anak. * Meningkatkan perhatian terhadap tugas-tugas dan kemampuan bicara. * Mengembangkan kontrol impulsif dan perkembangan motorik. * Menjembatani kreativitas dan kesenangan. Apresiasi Musik Sesuai Usia Anak: Usia 0-1 tahun Pada usia sembilan bulan, bayi biasanya mulai bergerak maju-mundur merespons alunan musik yang didengarnya, melambai-lambaikan tangan mengikuti irama. Di usia 1 tahun, anak yang intensif diperdengarkan lagu semakin terampil merespons rangkaian bunyi irama. Usia 2 tahun Biasanya anak dapat mengikuti lagu dengan senandung yang nadanya belum pas benar. Gerak tubuh lebih terarah dan kesukaannya bergoyang semakin meningkat. Usia 3 tahun Si kecil yang mulai suka menentang berbagai aturan mulai menyukai kegiatan eksperimental dalam apresiasi musik. Selain mengikuti musik dengan gerak tubuh, ia juga suka mengetuk-ngetuk, memukul-mukul, atau menggesekan benda mengikuti irama. Bila dibiasakan mendengarkan musik, anak bahkan bisa lebih kreatif dengan menciptakan lagu-lagu yang kata-katanya dibuat oleh mereka sendiri. Usia 4-5 tahun Sejalan dengan perkembangan emosi yang lebih matang, tempo dan suara yang dihasilkan dalam bernyanyi, atau mengetuk-ngetuk alat musik sudah lebih pas. Ketertarikan untuk menguasai sebuah alat musik semakin besar dan serius. Rentang perhatian yang semakin panjang, memungkinkannya memainkan sebuah lagu hingga tuntas. By : Dr. Irwan Share

Jumat, 07 Agustus 2009

BERKENALAN DENGAN MATEMATIKA

MATRIKULASI Aduh bahasa apalagi ya. Ini salah satu foto kegiatan pembelajaran Ku bersama bu Mahmudah , dalam tim teaching matematika kelas 7. Pertemuan awal hanya memberikan motivasi kepada peserta didik, bagaimana supaya siswa memiliki gambaran bahwa matematika itu TIDAK SULIT. Maka KU berikan contoh praktek Matrikulasi. Wah ternyata menarik siswa lho. Mau coba?... Share

Senin, 03 Agustus 2009

DO'AKU

YA ALLAH, JIKA CALON KEPALA SEKOLAH ( CAKEP ) INI MENJADIKAN SAYA LEBIH DEKAT DENGAN ENGKAU YA ALLAH, DEKATKAN DIA , MUDAHKAN DIA UNTUK KU, TETAPI JIKA CAKEP INI MENJADIKAN SAYA JAUH DARI ENGKAU YA ALLAH, JAUHKAN DIA , HILANGKAN DIA DARI ANGANKU.
Share

Jumat, 24 Juli 2009

BERLIBUR KE BATU MALANG

Tanggal 19 dan 20 Juli 2009 merupakan kebahagiaan tersendiri , weekend ke Batu Malang bersama My Family
Share

LIBURAN di BATU MALANG

UNtuk mengisi liburan 2 hari, kita coba tour ke Batu Malang, nginap di Hotel Nirwana Songgoriti, batu, malang bersama keluarga semua. Share

Selasa, 14 Juli 2009

INGATAN SUPER 8 DIGIT ANGKA

Diterjemahkan dan dikembangkan dari Karl Fulves oleh Wiku Pulangasih the Online Magician.
Persiapan :
1. Anda memerlukan kemampuan menjumlahkan satu digit angka dengan cepat, serta daya konsentrasi yang tinggi.
Prosedur :
1. Suruh seorang penonton menuliskan 8 angka secara acak, misalkan 59657832
2. Minta ia menyebutkan angka yang ditulisnya satu per satu, dengan tempo yang agak lambat (jeda kurang lebih 2 detik setiap satu angka)
3. Saat sang penonton menyebutkan angka-angkanya, dalam hati jumlahkan angka-angka tersebut. Dalam kasus ini, 5 + 9 + 6 + 5 + 7 + 8 + 3 + 2 = 45.
4. Ingat baik-baik angka hasil penjumlahan yang diperoleh di poin nomor 3. Sekarang, suruh sang sukarelawan mencoret satu angka lalu mengacak ke-7 angka yang tersisa. Misal sang penonton mencoret angka 9, dan mengubah urutan menjadi 5782365.
5. Suruh sang penonton menyebutkan ketujuh angka yang telah diacak satu per satu, dengan tempo yang agak lambat (jeda kurang lebih 2 detik setiap satu angka)
6. Saat sang penonton menyebutkan angka-angkanya, dalam hati jumlahkan angka-angka tersebut. Dalam hal ini 5 + 7 + 8 + 2 + 3 + 6 + 5 = 36. Ingat angka ini.
7. Ingatkan bahwa tadi sang sukarelawan bebas memilih 8 digit angka, mencoret satu angka, dan mengacak susunannya. Katakan bahwa dengan ingatan super, anda mampu menebak satu angka yang dicoret oleh sang sukarelawan.
8. Untuk menebak angka yang dicoret sang sukarelawan, kurangkan angka hasil penjumlahan yang pertama kali anda ingat (pada poin nomor 3) dengan angka hasil penjumlahan baru sang sukarelawan (poin nomor 6). Untuk kasus ini, 45-36=9. Berarti angka yang dicoret sang sukarelawan adalah 9.
Note :
Setelah menguasai trik ini dengan sempurna, anda bisa menggunakan lebih dari 8 digit angka agar performance anda lebih impresif.
sumber :wikumagic
Share

Sabtu, 04 Juli 2009

Kreatif Mengajar Matematika

Kreatif Mengajar Matematika
Berikut ini ada beberapa aktifitas di kelas untuk menumbuhkan kreativitas dalam pengajaran matematika. Dalam pengajaran, sering-seringlah mengajukan pertanyaan kritis seperti “Apakah Kamu mencoba ini?” “Apa yang akan terjadi jika ada ini ?” “Apakah kamu dapat?” untuk meningkatkan pemahaman anak-anak dari ide-ide dan kosakata matematika. Berikut beberapa aktifitas yang mungkin dapat dipraktekkan di kelas:
1. Gunakan dramatisasi. Ajaklah anak-anak berpura-pura berada di sebuah bola (sphere) atau kotak (prisma), merasakan sisi-sisinya, ujung-ujungnya, dan sudutnya dan menyandiwarakan secara sederhana masalah aritmatika seperti: Tiga katak melompat dalam kolam dsb.
2. Menggunakan anggota tubuh anak-anak. Menyarankan agar anak-anak menunjukkan berapa banyak kaki, mulut, dan sebagainya. Ketika diminta untuk menampilkan “tiga tangan,” mereka akan menanggapi dengan protes keras, dan kemudian menunjukkan berapa banyak tangan yang mereka memiliki( “membuktikan”) ini. Kemudian mengajak anak-anak untuk menampilkan nomor dengan jari, dimulai dengan pertanyaaan sederhana, “Berapa usia Kamu?” Kemudian siswa diminta menunjukkan angka yang diminta guru. Selain itu guru menampilkan angka dalam berbagai cara (misalnya, menunjukkan lima dengan tiga pada jari tangan kiri dan dua di jari tangan kanan).
3. Menggunakan permainan. Melibatkan anak-anak bermain yang memungkinkan mereka untuk melakukan matematika dalam berbagai cara, termasuk pengurutan, menciptakan bentuk simetris dan bangunan, membuat pola, dan sebagainya. Kemudian memperkenalkan permainan jual-beli di toko, menunjukkan anak-anak permainan membeli dan menjual mainan atau benda kecil lainnya, belajar menghitung, aritmatika, dan konsep uang.
4. Menggunakan mainan. Mendorong anak-anak untuk menggunakan “adegan” dan mainan untuk simulasi kejadian nyata, seperti tiga mobil di jalan, atau misalnya, untuk menunjukkan ada dua monyet di atas pohon dan dua di atas tanah.
5. Menggunakan cerita anak-anak. Bercerita tentang sebuah kisah menarik yang didalamnya berisi konsep matematika. Jika perlu diperagakan khususnya untuk memperjelas konsep matematikanya
6. Gunakan kreativitas alami anak. Menggali ide anak tentang matematika harus didiskusikan dengan mereka. Misal seorang anak 6 tahun ditanya begini: “Pikirkan angka terbesar yang kamu tahu, lalu tambah angka itu dengan lima. Bayangkan kamu memiliki coklat sejumlah angka itu”. “Wow, itu 5 angka lebih besar yang kamu tahu”.
7. Menggunakan kemampuan pemecahan masalah. Menanyakan anak-anak untuk menjelaskan bagaimana mereka mengetahui masalah-masalah seperti mendapatkan hanya cukup untuk mereka gunting tabel atau berapa banyak makanan ringan mereka perlu jika tamu yang bergabung dengan grup. Mendorong mereka untuk menggunakan jari-jari mereka sendiri atau apapun yang mungkin berguna untuk memecahkan masalah.
8. Menggunakan berbagai strategi. Bawalah matematika dimanapun di dalam kelas, dari menghitung jumlah anak-anak di pagi hari, menghitung meja kursi, meminta anak-anak untuk membersihkan barang yang ada nomor tertentu, atau membersihkan barang yang berbentuk geometris tertentu dsb.
9. Menggunakan teknologi. Cobalah gunakan kamera digital untuk memotret hasil kerja anak, permainan dan aktifitas yang dilakukan, dan kemudian menggunakan foto untuk diskusi dengan anak-anak, perencanaan kurikulum, dan komunikasi dengan orang tua. Gunakan juga teknologi lain, seperti komputer secara bijak.
10. Gunakan assessment untuk mengukur penilaian anak-anak belajar matematika. Menggunakan observasi, diskusi dengan anak-anak, dan kelompok-kecil untuk kegiatan belajar anak-anak tentang matematika dan berpikir untuk membuat keputusan tentang apa yang mungkin setiap anak dapat belajar dari pengalaman. Juga mencoba menggunakan komputer untuk penilaian menggunakan program secara otomatis.
Sumber: http://www2.scholastic.com/
Share

comment