Rabu, 22 Desember 2010

FILE WORKSHOP MPP

Memenuhi permintaan para peserta Lokakarya dan Workshop di SMPN 1 Ngimbang Kab.Lamongan dengan peserta dari SMPN 1 Ngimbang dan SMPN 2 Ngimbang, maka kami unggah / up load SEBAGIAN materi disini. File bisa langsung di ambil dengan cara di Klik pada PRINSIP MPP dan Contoh MPP. Semoga bermanfaat. Share

Sabtu, 18 Desember 2010

Kemendiknas Hapus Ujian Nasional Ulangan

Kemendiknas Hapus Ujian Nasional Ulangan Saturday, 18 December 2010 JAKARTA(SINDO) – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memutuskan untuk menghapus pelaksanaan ujian nasional (UN) ulangan mulai tahun depan. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengatakan, formula baru UN yang akan diterapkan nanti adalah penggabungan nilai UN dengan nilai ujian sekolah. Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester satu hingga empat. Adapun nilai gabungan ditetapkan minimal 5,5 dari enam mata pelajaran yang sama diujikan dalam UN dan ujian sekolah.Namun, pembobotan kedua nilai tersebut akan dibedakan. “Nilai sekolah dan UN memiliki bobot masingmasing yang akan ditentukan oleh pemerintah.Namun bobot nilai sekolah akan lebih kecil dari bobot UN,” papar Nuh di Jakarta, Kamis (16/12). Dampak dari formulasi UN yang baru ini UN ulangan tahun depan tidak akan digelar. Alasannya, syarat kelulusan yang ditetapkan sudah diperlonggar. Mendiknas menjelaskan, syarat penilaian itu maksimum 2 mata pelajaran dengan nilai 4 dan minimum 4 mata pelajaran dengan nilai minimum 4,25. Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika ini mengatakan, formulasi baru ini dipilih karena dinilai mampu meningkatkan nilai rata-rata hasil UN.Tidak hanya bagus pada penilaian akhir, Mendiknas juga memilih formulasi ini karena dapat menguji seluruh kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Di tempat lain, sejumlah anggota Komisi X DPR mendesak agar pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) 19 Tahun 2005 yang menjadi landasan pelaksanaan UN.Anggota Komisi X DPR Raihan menilai, PP tersebut bertentangan dengan UU Sisdiknas. Menurut dia, UU Sisdiknas Pasal 58 menegaskan evaluasi dilakukan oleh pendidik dan yang mengeluarkan ijazah adalah sekolah. Namun, dalam PP 19 mencantumkan UN yang diselenggarakan pemerintah menjadi penentu kelulusan. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menyatakan, nilai 4,25 untuk empat mata pelajaran memang sudah rendah. Baginya rencana dihapuskannya ujian ulangan bukan menjadi masalah, selagi pemerintah memberikan porsi tanggung jawab besar kepada sekolah ataupun guru untuk menentukan kelulusan. Pemerintah, ujarnya, seharusnya jangan berpikir keras untuk menentukan nilai rendah. “Saya masih menilai UN itu cara pembusukannilaidansikapdisiswa yang sangat membahayakan pendidikan karakter.Ini ditandai dengan masih adanya kecurangan dan tindakan tidak sportif pada pelaksanaannya nanti,”ungkapnya. Pengamat pendidikan Arief Rachman menilai kewenangan penuh untuk meluluskan siswa berada di tangan kepala sekolah dan atau dewan guru. Hal ini yang sesuai dengan UU Sisdiknas.Namun dengan sistem standardisasi kelulusan yang diatur oleh pemerintah pusat,kewenangan tersebut terabaikan. (neneng zubaidah)
Share

Senin, 22 November 2010

UN Tetap Penentu Kelulusan dan Pemetaan

Senin, 22 November 2010 12:14
Hasil dari Ujian Nasional (UN) masih menjadi perdebatan, baik digunakan sebagai penentu kelulusan atau pemetaan kualitas sekolah. Kementrian Pendidikan Nasional tetap akan menggelar UN dan mengambil kedua tujuan tersebut. Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Jumat (19/11/2010) di Jakarta. Nuh mengatakan, selanjutnya UN akan dibuat tersegmentasi yaitu masing-masing untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah. "Dari UN sekolah dasar bisa untuk menentukan ke SMP, dari UN SMP bisa untuk menentukan ke SMA. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa dari UN sekolah menengah atas tidak bisa menentukan ke perguruan tinggi negeri," ucap Nuh. "Kita harus mengetahui falsafahnya, UN itu untuk mencari kemampuan minimal yang bisa dicapai siswa, sedangkan tes masuk ke perguruan tinggi negeri filosofinya mencari yang terbaik," kata Nuh. Dia melanjutkan, secara logika peserta didik yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) pasti lulus UN. "Tidak ada ceritanya lulus tes seleksi masuk PTN tetapi tidak lulus UN," lanjut Nuh. Nuh menambahkan, PTN juga harus melihat ke bawah dan tidak memaksakan standar yang tinggi. Jika PTN dipaksa demikian, maka dari SD-SMA ke bawahnya juga harus tinggi, otomatis standar TK juga harus tinggi. "Masak di TK siswa sudah harus bisa baca, padahal seharusnya di TK itu kelompok bermain dan belajar," tandas Nuh. sumber : Jardiknas
Share

Sabtu, 30 Oktober 2010

ANUGRAH WARD PENDIDIKAN 2010

GRAND FINAL E-Learning 2010 tingkat nasional yang diadakan oleh Kemen DIknas dalam rangka Festival Pendidikan 2010 akhirnya digelar di Hotel ATlit Century Park Senayan Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2010. Grand Final ini diikuti oleh 25 dari 2500 peserta yang terdaftar, setelah melalui seleksi oleh panitia yang ditunjuk. Dari 25 peserta dibagi menjadi 2 bidang, yakni MPP ( Media Presentasi Pembelajaran ) sebanyak 10 Finalis dan E_learning yang dibagi juga menjadi 3 , yakni E-Learning Perguruan Tinggi, E_Learning Sekolah , E-Learning Blog Guru, masing - masing 5 finalis.

Pada kesempatan tersebut masing - masing finalis mempresentasikan hasil karnyanya dihadapan juri - juri tingkat nasional yang terdiri dari dosen - dosen UNJ ( Universitas Negeri Jakarta ) UGM ( Universitas Gajah Mada ) dan UI ( Universitas Indonesia ). Kegiatan presentasi diadakan di Lantai 5 Hotel Atlet Century Park Senayan Jakarta.


Penutupan sekaligus pengumuman hasil diadakan di gedung Dikti Lantai 2 yang bersebelahan dengan hotel ATlet Century Park. Acara penutupan dihadiri oleh Wakil menteri PEndidikan, Kepala Pustekom dan lain - lain.



Pada kesempatan tersebut Wakil Menteri memberikan hadiah kepada para juara masing - masing bidang. Lebih lengkanya sebagai berikut .



FINALIS E-LEARNING BLOG GURU



1. SMA KOLESE DE BRITTO http:// istiyanto.com



2. SMPN 252 Jakarta http:// matematika252.blogsp ot.com



3. SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta http:// mrelly.blogspot.com.



4. Kelas Pak Nurhadi http:// kelaspaknurhadi.blog spot.com



5. Endar Suhendar http://fisikasma- online.blogspot.com



Hasil akhirn setelah presentasi sebagai berikut:



1. Juara 1 Hasan Basri M.Pd SMPN 252 Jakarta



2. Juara 2 M. Ely , S.Pd SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta



3. Juara 3 Nurhadi,S.Pd SMPN 2 Babat Kab.Lamongan



FINALIS e-LEARNING pERGURUAN tINGGI



1. UNIVERSITAS GAJAH MADA http://elisa.ugm.ac.id



2. UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA http://bestmart.uny.ac.id



3. ITS http://multimedia.its.ac.id/elearning.htm



4. UNIVERSITAS INDONUSA ESA http://elearning.esaunggul.ac.id



5. UNIVERSITAS GUNADARMA http://elearning.gunadarma.ac.id



hasil akhirn setelah presentasi sebagai berikut



1. Juara 1 Universitas Negeri Yogyakarta



2. Juara 2 elisa Universitas Gajah Mada



3. Juara 3 Elearning Guna darma



FINALIS E - lEARNING SEKOLAH



1. SMAN 1 CIAWI BOGOR



2. SMAN 1 TELADAN YOGYAKARTA



3. SMAN 81 JAKARTA



4. SMAN 1 PURWOKERTO



5. SMAN 1 KOTA SERANG



Hasil akhirn setelah presentasi sebagai berikut :



1. SMAN 1 TELADAN YOGYAKARTA http://sman1teladan-yog.sch.id



2. SMAN 1 CIAWI BOGOR http://www.sman1ciawi.sch.id



Sedangkan untuk MPP dari 10 finalis setelah presentasi didapatkan hasil akhirn sebagai beriktu



1. Herven Suryati SMA Bontang


.


2. Rafiudin , S.Pd SMA Islam Al Azhar 6 Serang



3. Darma SMAN 1 Kuta Utara Bali


Share

Jumat, 15 Oktober 2010

SEMINAR PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Bertempat di GOR Lamongan, tanggal 14 Oktober 2010 diadakan Seminar yang mengangkat tema Integrasi Budaya dan Pendidikan Karakter bangsa dalam proses pembelajaran, yang diikuti oleh guru - guru yang sudah tersertifikasi sebanyak 2.150 guru dari tingkat SMP dan SMA sederajat negeri dan swasta. Hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut DR. ZA. Imam Supardi, MSi. dosen Pasca Sarjana, UNESA Surabaya.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lamongan DRs. H. Mustofa Nur, MM dalam sambutannya sangat mengharapkan pendidikan karakter bangsa yang sudah mulai luntur oleh budaya asing , dapat segera diterapkan dalam proses pembelajaran sehingga didapatkan anak bangsa yang memiliki akhlak yang mulia, sopan dan santun sesuai budaya Indonesia. Sementara itu dalam paparannya , Imam Supardi memberikan contoh banyaknya anak didik kita yang begitu lulus melampiaskan kesenangan , kebahagian dengan berlebihan yang tidak mencerminkan budaya kita. Imam Supardi juga menyampaikan 10 tanda jaman yang kini terjadi dan harus diwaspadai karena dapat membawa bangsa ini menuju jurang kehancuran. 1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja 2. penggunaan bahasa dengan kata - kata yang memburuk atau tidak baku 3. pengaruh peer - group ( geng ) dalam tindak kekerasan, menguat. 4. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas. 5. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk 6. Menurunnya etos kerja 7. semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru 8. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan kelompok 9. membudayanya kebohongn / ketidakjujuran 10. Adanya rasa saling curiga dan kebencian antar sesama Share

Selasa, 05 Oktober 2010

KELAS BILINGUAL

Bulan depan akan tambah pekerjaan baru. Kelas 7 G akan menjadi kelas bilingual, untuk 4 mapel menggunakan 2 bahasa. Mapel yang menggunakan 2 bahasa yakni bahasa inggris dan bahasa indonesia adalah mapel Matematika, Fisika, Biologi, dan TIK. Sebagai guru TIK maka harus siap untuk bertambah jam mengajarnya. Tapi biasa dah....toh...setiap hari dalam pembalajaran di ruang multimedia selalu menggunakan 2 bahasa, dengan menggunakan media pembelajaran. Program kelas Bilingual ini merupakan kelanjutan dari program SSN yang masuk tahun ke tiga. PRogram ini kami godok bersama kepala sekolah ketika workshop SSN di HOtel Singgasana Surabaya. Yah...semoga sukses aja lah. Anda tahu nggak jam saya sekarang 29 jam + Kepala Lab. Komputer 12 jam , jadi total 41 jam. Enjoy........aja.
Share

SENAM UNTUK SEMANGAT

SEtelah 2 bulan libur senam, kini senam khusus untuk guru - guru dihidupkan kembali. dengan senam ini diharapkan guru - guru lebih termotivasi dan lebih semangat untuk mengajar. Dengan senam fisik jadi kuat dan jiwa pun sehat. Wah...rasanya kaku semua, makhlum lah 2 bulan sudah nggak pernah senam, setalah romadhon dan hari raya memang senam guru berhenti. sekarang saatnya eksen lagi, supaya tubuh kita kuat, mengajarpun jadi semangat . orang bilang berjiwa muda lagi.
Share

comment